Setiap kali proyek konstruksi atau pertambangan dimulai, mobilitas alat berat selalu menjadi tantangan operasional tersendiri karena ukurannya yang masif dan bobot yang mencapai puluhan ton membuat pengiriman barang industri ini tidak bisa menggunakan sembarang armada. Sedikit salah perhitungan baik dari segi kapasitas beban maupun rute jalan, risikonya dapat berdampak langsung pada keselamatan lalu lintas dan pembengkakan anggaran proyek.
Oleh karena itu, setiap pengiriman barang besar perlu penyesuaian antara armada dengan karakteristik spesifik muatannya. Mulai dari flatbed, lowbed, hingga multi-axle trailer, masing-masing kendaraan dirancang untuk menangani oversized maupun overweight cargo yang berbeda. Berikut adalah ulasan mengenai jenis kendaraan angkut alat berat, spesifikasi teknis, serta peruntukannya di lapangan:
Jenis Kendaraan Angkut Alat Berat dan Spesifikasinya
Setiap jenis alat berat memiliki karakteristik fisik unik. Oleh karena itu, industri project cargo mengandalkan beberapa jenis kendaraan angkut alat berat spesifik berikut:
1. Flatbed Trailer
2. Lowbed / Lowboy Trailer
3. Multi-Axle / Hydraulic Modular Trailer (HMT)
Sebelum mengeksekusi mobilitas kargo, tim logistik industri wajib mematangkan tiga aspek perencanaan utama berikut:
1. Kapasitas Tonase dan Distribusi Beban
Hitung berat bersih muatan beserta titik pusat gravitasinya. Kapasitas sumbu roda atau axle load armada harus sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan terkait Kelas Jalan untuk menghindari pelanggaran tonase.
2. Survei Rute dan Vertical Clearance
Lakukan route survey guna mengidentifikasi potensi hambatan di sepanjang jalur lintasan. Perhatikan radius putar armada, ketahanan beban jembatan, kemiringan jalan, serta ruang bebas vertikal di bawah jembatan penyeberangan atau kabel PLN.
3. Perizinan dan Pengawalan Khusus
Pengangkutan barang kategori oversized dan overweight memerlukan Izin Melintas dari dinas perhubungan dan kepolisian setempat. Penggunaan pengawalan escort service diperlukan untuk mengatur lalu lintas dan memastikan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Pengiriman alat berat dan kargo berat membutuhkan perencanaan teknis yang matang serta eksekusi yang presisi. Arpilog hadir sebagai penyedia layanan logistics for heavy, oversized & specialized cargo industrial, construction, & mining projects. Arpilog siap menangani pengiriman barang besar, overweight, dan oversized cargo baik untuk rute domestik antar-pulau maupun jaringan internasional. Layanan Arpilog mencakup perencanaan rute komprehensif, manajemen armada multi-axle, hingga pengurusan izin melintas dan pengawalan lalu lintas secara menyeluruh.
Konsultasikan kebutuhan project cargo perusahaan kamu bersama tim ahli Arpilog untuk mendapatkan solusi pengiriman yang aman, efisien, dan sesuai tenggat waktu proyek.
Kalau untuk kirim paket harian atau barang kecil, kamu mungkin sudah terbiasa dengan prosesnya yang serba praktis.Bagaimana jika barang super besar?
Bagaimana jika harus memindahkan turbin raksasa, trafo daya ratusan ton, ataupun alat berat ke site yang berada di tengah hutan?
Project Logistics merupakan logistics khusus yang menangani pengiriman barang-barang non-standar untuk kebutuhan proyek tertentu.
Memindahkan beban puluhan hingga ratusan ton yang melintasi infrastruktur publik tentu penuh dengan risiko dan tantangan.
Keterlambatan pengiriman material dan alat berat dalam industri logistics Indonesia tak jarang disebabkan oleh analisis rute serta izin lintasan resmi
Relokasi mesin pabrik bukan sekadar memindahkan aset dari titik A ke titik B, perlu perencanaan matang supaya lebih efisien.
PT. Andalan Rantai Pasok Indonesia known as ARPIlog is Supply Chain Provider who offers flexible solutions, value-adding and integrated supply chain needs in response to changing market conditions.
Taman Palem Lestari Blok U,
No. 5 - 6,
Cengkareng, Jakarta Barat
021-559-100-99
021-299-830-23